Seluruh Wilayah di Purwakarta Berpotensi Longsor, Ini Kata BPBD

7 Oktober 2022, 14:09 WIB
Ilustrasi longsor di Purwakarta /Pikiran-rakyat.com

PURWAKARTA NEWS - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta, Juddy Herdiana mengungkap seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Purwakarta berpotensi longsor.

Sebanyak 192 desa dan kelurahan di Purwakarta kata Juddy Herdiana, terbagi dalam dua kelas potensi longsor. Kedua kelas tersebut adalah kelas resiko sedang dan kelas risiko rendah.

Kelas resiko longsor sedang, Juddy Herdiana mengatakan, ada sebanyak 38 desa/kelurahan dari beberapa kecamatan yang memiliki resiko sedang longsor. Sementara kelas risiko longsor rendah ada sebanyak 154 desa/kelurahan.

Baca Juga: Cek di Sini! Jadwal Samsat Keliling Purwakarta Hari Ini, Jumat 7 Oktober 2022

"Wilayah rawan longsor ini berada di daerah perbukitan yang kontur tanahnya jenis lempung. Sehingga, saat diguyur hujan, tanah tersebut bisa menjadi medan luncur," kata Juddy Herdiana pada Kamis 6 Oktober 2022.

"Untuk wilayah yang beresiko sedang, itu di antaranya sejumlah desa yang ada Kecamatan Bojong, Darangdan, Maniis, Pasawahan, Pondoksalam, Sukasari dan Tegalwaru,” ucap dia.

Untuk mengantisipasi terjadinya longsor di Purwakarta, Juddy mengatakan, masyarakat diimbau untuk tanggap bencana di wilayah sekitarnya.

Masyarakat juga diminta untuk segera melapor ke jajaran pemerintahan bilamana sedang terjadi longsor.

Tak hanya bencana longsor saja, BPBD Purwakarta juga mencatat aanya beberapa wilayah di Purwakarta yang beresiko terjadi banjir di musim penghujan ini.

Adapun banjir yang sering terjadi di wilayahnya ada tiga tipe. Pertama banjir bandang karena alih fungsi lahan atau kerusakan hutan karena eksploitasi yang tidak terkendali.

Baca Juga: Buruan Cek! Jadwal SIM Keliling Purwakarta Hari Ini, Jumat 7 Oktober 2022

Kemudian, lanjut dia, banjir yang disebabkan oleh luapan air sungai karena curah hujan yang tinggi.

Terakhir, banjir yang disebabkan oleh tersendatnya aliran air oleh tumpukan sampah. Umumnya, banjir tersebut terjadi di wilayah perkotaan.

“Sebagai bagian dari antisipasi, kami juga mengajak masyarakat untuk menggalakan bebersih lingkungan,” ujar Juddy. ***

Editor: Solahudin

Tags

Terkini

Terpopuler